Cara Membuat Postingan Justify Alignment ( Rata Kiri-Kanan )

Justify atau rata kiri-kanan lazim digunakan dalam pembuatan laporan. Tapi Masih jarang orang yang mengaplikasikannya di dalam postingan blog. Pada artikel saya sebelumnya yang berjudul "Multi-colum layout Menggunakan CSS3" saya mencoba membagi postingan menjadi beberapa kolom dengan mengunakan css3. setelah saya lihat, kok rada aneh jika kolom-kolom yang ada tidak menganut justify alignment. Kita bisa saja membuat postingan bergaya justify dengan meng-klik tombol alignment yang ada di atas. Tapi bayangkan jika blog ini sudah memiliki sekitar 80 posting dan saya harus menggantinya satu-satu.

Maka solusinya adalah dengan menambahkan beberapa code css.

Caranya :
Masuk ke Elemen halaman template blogger anda kemudian pilih Edit HTML, tekan control F kemudian cari kode yang mirip seperti dibawah ini:
/* Posts
-----------------------------------------------

.post {
float: left;
width: 316px;
display: inline;
margin-top: 15px;
margin-left: 0px;
margin-right: 8px;
margin-bottom: 10px;
}

Tulisan yang saya tebalkan diatas adalah kode yang harus anda cari. CSS diatas adalah kode untuk mengatur postingan anda. Kalau sudah mendapatkan kode diatas tambahkan kode berikut kedalamnya.
text-align: justify;
Sehingga menjadi :
/* Posts
-----------------------------------------------

.post {
float: left;
width: 316px;
display: inline;
margin-top: 15px;
margin-left: 0px;
margin-right: 8px;
margin-bottom: 10px;
text-align: justify;
}

Kemudian simpan template dan lihat hasilnya. Selamat Mencoba

Sumber : barumbung.blogspot.com

Kata kunci untuk halaman ini:

rata kiri-kanan, justify alignment, Cara Membuat Postingan Justify Alignment, Cara Postingan Justify Alignment, Cara Membuat Postingan Justify, Cara Membuat Postingan rata kiri-kanan, Postingan rata kiri-kanan, text-align: justify;, Elemen halaman template blogger

Untuk berlangganan
Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

  1. Untuk kolom sempit, seperti kolom koran, sepertinya masih cocok dengan rata tepi kanan-kiri. Selebihnya, konsep keterbacaan WCAG 2.0 tidak merekomendasikan justified text content. Di tipografi, teks rata tepi kanan-kiri menimbulkan rivers of white. Sila di-googling saja. :)

  2. punten bli...
    saya sudah nyari di http://www.w3.org/TR/WCAG20/ dan memang ada diatur masalah justified text..

    sekali lagi maaf...
    bukanya aku mau nantang...

    alasan saya membuat blog ini justified adalah masalah kebiasaan...
    jika kita terbiasa membaca majalah, koran, surat-surat resmi, buku (resmi maupun tidak) maka kita terbiasa membaca dengan format justified. jika kita sudah terbiasa maka --menurut saya-- orang akan lebih mudah membaca dengan format seperti ini... jaman dulu ketika kita masih mengunakan mesin tik, memang kita tidak mengenal justified, tapi begitu kita mengenal komputer, maka hampir semua paragraf di buat dengan format justified... jika memang itu memberatkan orang dengan kemampuan khusus, kenapa dulu tidak ada orang yang melarang?? palah dijadikan standar resmi dimana-mana.

    ada istilah jawa seperti ini : tresna jalaran saka kulina. yang artinya : karena terbiasa, maka lama-kelamaan kita akan cinta...

    kalau menurut istilah saya :
    jika ada orang lumpuh, apakah kita harus menggendongnya kemana-mana?? akan lebih baik jika kita memberinya kursi roda, sehingga dia bisa pergi kemapun yang dia mau tanpa harus menunggu kita mengantarkannya... melihat sama dengan apa yang kita lihat, pergi kemanapun kita pergi tanpa harus memberatkan orang lain...

  3. Nuedges,
    Betul, saya agak setuju beberapa argumen itu.
    Alasan logis untuk tidak rata tepi kanan-kiri, antara lain:

    a) rivers of white di suatu blok teks. Sela antar kata yang membentuk ruang berkelok vertikal. Terutama bagi penyandang disabilitas hendaya kognitif (autisme, disleksia).

    b) Jarak antar kata yang tidak teratur, mengurangi kecepatan baca, keterbacaan, fast reading, scanability. Ini juga berdampak bagi pengguna normal.

    Mengenai versi koran/majalah, sudah jelas, jika kolom sempit, masih memungkinkan rata tepi kanan kiri. Tiga kolom dengan CSS3 dan resolusi layar komputer saat ini sepertinya memungkinkan memakai justified text.

    Saya pernah menulisnya di Konten Web sebaiknya tidak memakai justified text (Dani Iswara .Net).

    Dan ini bukan hanya terasa bagi penyandang disabilitas, tapi juga pengguna normal.

    Saya terbuka saja, ingin sekali tahu jika ada hasil riset atau best practice yang bertentangan. Toh semuanya bisa saja berubah. :)

    Tentang layanan khusus untuk pengguna yang berbeda kemampuan, saya setuju! Implementasi saya: tiap peramban Web tidak harus disajikan dengan versi khusus. Misal ada versi khusus konten Web untuk MSIE, Blackberry, iPhone, Braille, iPad, screen reader, device tanpa javascript (via noscript), dan lainnya.

    Mengelola antarmuka yang berbeda itu bisa memberatkan orang lain (pengelolanya), kan? Tapi, membantu orang lain itu bukan beban jika kita mau & mampu. Seandainya kita ada di sisi mereka yang kurang mampu.

    Ideal ekstremnya, desain universal! Ingat, saya hanya memakai analogi Anda. :)

    Diskusinya menarik.

  4. b) Jarak antar kata yang tidak teratur, mengurangi kecepatan baca, keterbacaan, fast reading, scanability. Ini juga berdampak bagi pengguna normal.


    maaf bli dani...
    kira-kira bli dani ada referensi tentang kapan penelitian tentang justified text di buat dan menjadi acuan.

    maksud saya gini...
    seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa sebagian dari kita --mungkin generasi yang lahir tahun 90an keatas-- sudah terbiasa dengan text justified. nah jika mereka disodorkan pertanyaan --tanpa mengetahui adanya penelitian sebelumnya, yang mengatakan bahwa text justified kurang baik untuk mata-- lebih nyaman mana?? text rata kiri-kanan atau rata kiri?? maka mungkin jawabanya akan berbeda...

    intinya adalah...
    jika memang penelitian tentang text justified kurang baik untuk mata, dilakukan pada tahun 90an dan yang di survey adalah orang yang terbiasa membaca tulisan rata kiri --generasi 80an-- maka mungkin hasil penelitianya akan berbeda jika dilakukan pada era sekarang, dan yang di survey adalah orang yang sudah +/- 20 tahun membaca dengan format justified...

    maaf bli..
    bukanya mau nantang, ini cuma diskusi...

  5. Nuedges,
    Hingga saat ini saya belum menemukan riset ilmiah yang melarang penggunaan teks rata tepi kiri, atau mendukung pemakaian teks rata tepi kanan-kiri untuk konten Web pada umumnya.

    Jika ada, saya pasti akan merevisi rekomendasi yang akan saya acu nantinya.

  6. Ha ha seru juga ya dialognya. Sptnya ini debat akademis ya. Apa yang mas Nuedges sampaikan saya setuju. Kalau bicara poenelitian kita akan berkubang terus di labor metodologi penelitian. Spt mas tulis td: Apa ukuran keterbacaan itu, siapa yan berhak menyatakan itu, siapa sampelnya, tahun berapa berlakunya... dst.

    Dan sebuah penelitian tidak pernah berlaku sepanjang masa. Apalagi ini soal kebiasaan. Soal adaptasi (spt mas tulis). Coba saja lihat kasus jlbab. Sekarang mata kita sudah biasa melihat jlbab di kombinasikan dg blus dan jeans ketat. Tp coba dulu, wah ... bisa diburu masyarakat tuh yang make. Jadi ini lebih soal adaptasi. Yg namanya adaptasi itu bisa mengelok kemana saja asal kondisi yg mendukung sudah tercapai...

    Lain halnya penlitia eksak, ilmu alam. Itu lebih mendekati absolut. Walapun belakangan jg sdh byk ahli yg menggugat tingkat akurasi semua hasilpenelitian ilmu alam....

    Intinya debat ilmiah menurut saya, kurag kompatibel untuk diadopsi bgt saja ke duinia blogging. Secara kesehatan saja, kita melihat layar komputer sekia jam saja itu bisa merusak retina mata dan segala macamnya. Tp kenapa kita betah berlama2 blogging? Dan tanpa mengeluh selain hanya keluhan krn capek biasa?

    Itu karena kita merasa senang. Dan scr psikologis, rasa senang akan menormalisasi seluruh organ tubuh agar lebih tahan dan optimal.

    Menarik sebenarnya berdebat spt ini..
    Tapi ditingkat praktis, saya masih ragu apakah perdebatan spt ini benar2 bermanfaat untuk memajukan blogging, terutama bagi blog konten tutorial. Kecuali konten ilmu pengetahuan, khususnya peneltian...

    Soal mana yg lebih familiar antara teks rata kiri/kanan dengan justify, sebagian saya setuju dengan mas dani dan sbgn tidak. Bahwa spasi antar kata krn teks justify mengganggu itu saya setuju. Tapi penglihatan paarsial (bagian). Tp mata kita tdk hanya konsen pd penglihatn parsial, tapi juga penglihatan scr menyeluruh. Nah di sinilah urgensinya justify. Rata justify itu membuat mata nyaman melihat garis lurus pd sisi kanan tulisan. Tapi jika pinggir kanan itu berkelok-kelok itu justru memecah konstrasi mata. Tanpa disadari fokus mata terbagi. Pinggir tulisan yg zig zag ini terus mengusik sbg bayang2 yg mengganggu. Tidak separah gangguan pd spasi antar kata. Dan biasanya hy terjadi pd kata2 yg panjang. Dan itu jmlnya tdk byk.

    Jadi kalau dijumlahkan kelebihan dan kekurangan masing2 align ini (menggunakan analisa gaya peneliltian ini) , pilhan saya jatuh pada teks justify!

  7. Nuedges, Erianto Anas,

    Saya belum menelusuri lagi sumber ilmiahnya. :)

    Sependek yang saya tahu, 'best practice' saat ini masih menyarankan teks paragraf rata tepi kiri. Kebanyakan situs aksesibilitas dan kebergunaan lebih memakai rata kiri. Aplikasinya juga terlihat di situs WHO, Wikipedia, BBC internasional, panduan Web universitas luar negeri, dll.

    Jika di bidang kedokteran, ini juga terkait salah satu hendaya kognitif dileksia yang salah satu bentuknya disebut sindroma sensitivitas scotopik. Terkait 'rivers white' yang berisiko meningkatkan stres visual.

    Buat saya, sederhana saja, lakukan 'usability testing' sederhana dengan 5-10 sampel. Jika pengunjung situs lebih menyukai tampilan rata tepi kanan-kiri, dan penyaji cukup puas dengan itu, ya sudah. Lakukan saja. :)

    Jika belum puas, tanyakan pendapat para pakar tipografi, 'left-aligned' atau 'justify'? Lihat situs penyaji tipografi sebagai sampel.

    Mengapa teks rata tepi kiri masih dianjurkan hingga kini?
    Apakah pengusulnya bukan melalui proses ilmiah?
    Apakah ini kesalahan massal?

    Erianto Anas,
    Ukuran keterbacaan?
    Ada banyak ukuran dan cara mengukurnya, misalnya Flesh-Kinkaid, Gun Fox index, dll.

    Siapa yang berhak menyatakan itu?
    WHO menyarankan menyesuaikan dengan Konsorsium WWW (W3C) sebagai badan standardisasi 'defacto'. Rekomendasi W3C berlaku 'dejure' di beberapa negara dengan penyesuaian. Saya pernah menulisnya di situs saya.

    Tapi ditingkat praktis, saya masih ragu apakah perdebatan spt ini benar2 bermanfaat untuk memajukan blogging, terutama bagi blog konten tutorial.
    Bagaimana jika ternyata justru tutorial itu menyesatkan orang banyak karena berdasar empiris pribadi semata tapi diklaim benar seutuhnya oleh publik?

    Tapi jika pinggir kanan itu berkelok-kelok itu justru memecah konstrasi mata. Tanpa disadari fokus mata terbagi. Pinggir tulisan yg zig zag ini terus mengusik sbg bayang2 yg mengganggu. Tidak separah gangguan pd spasi antar kata. Dan biasanya hy terjadi pd kata2 yg panjang. Dan itu jmlnya tdk byk.
    Itu mungkin mata normal Anda! Coba tanyakan pada beberapa penyandang disabilitas hendaya kognitif! Silakan lihat saran-saran di situs pemerhati disabilitas luar negeri. :)

    Saya juga berharap menemukan kebenaran ilmiah terbarunya.

  8. Untuk mengurangi komentar 'dejavu' saya, bisa dilihat juga diskusi di:

    a) nuedges.blogspot dot com/2010/08/kenapa-kita-harus-valid-css-dan-html.html

    b) funktaztic dot com/ahh-saya-tidak-perduli/

    c) achoot dot com/apakah-perlu-aksesibilitas-untuk-sebuah-blog.php

    Jadi, topik-topik tersebut sudah pernah saya dan rekan-rekan lain diskusikan di situs saya dan beberapa situs rekan yang seide maupun bertentangan ide.

    Situs lokal/Indonesia yang 1 tahun belakangan pernah/cukup sering membahas topik aksesibilitas Web dan 'Web usability': deconstructioncode.blogspot dot com, rismaka dot net/log, ardianzzz dot com, side22 dot com, kafegue dot com. :)

  9. Di poin (a) di atas contoh efek rata tepi kanan-kiri itu paling terasa. Memang ada CSS sejenis word-wrap yang agak membantu.

  10. Salah satu kekurangan browser saat ini — semua browser — adalah tidak adanya fungsi hyphenation sehingga konten teks/paragraf tidak bisa tampil maksimal. Justify akan sangat baik jika tidak ada river di dalamnya.

    Mengenai pilihan untuk blog pribadi itu subyektif. Yeah, saya hampir tidak mempedulikannya. Saya memiliki ekstensi readability untuk mengatasinya.

    Yang jelas, tipografi akan kacau ketika pada kondisi tertentu jumlah kata dalam paragraf tidak sesuai river terlihat sangat mencolok.

    Entahlah, pengalaman saya hampir semua situs yang kualitas tipografinya baik menggunakan rata kiri — beberapa justify dengan bantuan JavaScript Hyphenator atau PHP — saya melihat kebanyakan yang menggunakan paragraf justify terlihat seperti kembali ke era blackletter.

  11. Ardianzzz,
    Cahya (catatan.legawa.com) memakai plugin sejenis pengaturan 'hyphenation' di WordPress. Dari diskusi kami, beberapa kata akhirnya disetel terpenggal sedemikian rupa. Tapi, tetap aneh pada beberapa kata tertentu. :)

  12. Informatif sekali. Namun sekarang sudah banyak penyedia template yang sudah langsung otomatis postingan rata kiri dan kanan, serta read more otomatis

  13. wah..diskusi yang sangat menarik, setahu saya diera 90-an (masih ada mesin tik :d) perataan kiri-kanan (justify) tidak terlalu diperhatikan, tapi saat ini (mungkin adaptasi) hal tersebut tidak lagi menjadi acuan, banyak kalangan2 pelajar, mahasiswa, bahkan dosen sekalipun menyarankan penggunaan "justify" mungkin karena adanya kenyamanan dalam hal membaca suatu kalimat, dan faktor kebiasaan itu yang seakan "memaksa" kita untuk mengikuti trend tersebut, dan sebagai bahan riset mari kita melakukan "SURVEY" terhadap beberapa orang kemudian memberikan bacaan "left dan justify".
    Tapi semuanya tergantung dari kita masing-masing mana yang menurut kita terbaik untuk kenyamanan para pengunjung "blog" kita, jangan hanya mementingkan kenyamanan kita sendiri...

    Salam kenal semuanya, kl ada waktu kunjungi juga blog sederhanaku di www.filmmediafire.com
    ==SALAM BLOGGING==

  14. mantab mas, saya sudah terapkan pada blog saya, terima kasih mas

Poskan Komentar